IATMI – SPE Business Forum – “Regional Oil and Gas Professionals and Industry Readiness to Enter the New Era of World Economic Community”

0
214

IATMI – SPE Business Forum
“Regional Oil and Gas Professionals and Industry Readiness to Enter the New Era of World Economic Community”

DSC_0427

Nusa Dua, Bali – Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI) telah sukses menyelenggarakan Business Forum pada hari Senin (19/10) dengan tema “Regional Oil and Gas Professionals and Industry Readiness to Enter the New Era of World Economic Community”, bertempat di Jakarta Room, Westin Resort Hotel, Nusa Dua Bali, dan menghadirkan para nara sumber yang kompeten di bidangnya.

Para nara sumber yang hadir Diantaranya adalah Deputi III Bidang Koordinasi Infrastruktur Menteri Koordinator Kemaritiman RI Bapak Ridwan Djamaluddin sebagai keynote Speech. Hadir juga 5 panelis diantaranya Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Bapak Satya Widya Yudha, Kepala SKK Migas diwakili oleh Deputi Pengendalian Operasi Bapak Muliawan Haji, Direktur Hulu Pertamina diwakili oleh Director Development Pertamina Hulu Energi Bapak Bambang Manumayoso, President Director & CEO PT BADAK NGL Bapak Salis S. Aprilian yang mewakili dari Senior Professional dan Bapak Tutuka Ariadji mewakili Rektor ITB. Dalam acara ini di moderatori oleh Bapak Ahmad Yuniarto.

Dalam acara tersebut menghasilkan sembilan fondasi guna menguatkan peningkatan daya saing Indonesia. Fondasi tersebut adalah :

  1. Regulasi dan tata kelola migas yang menjamin kedaulatan negara serta  memberikan kejelasan iklim investasi dan bisnis.
  2. Merumuskan metodologi untuk mengkuantifikasi multiplier effects dari kegiatan investasi di sektor hulu migas.
  3. Meninjau ulang dan mengembangkan konsep Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk lebih fokus pada pengembangan kompetensi perusahaan dan manusia Indonesia.
  4. Meningkatkan kapasitas investasi kapital di sektor hulu migas di tanah air yang akan berperan sebagai mesin pendorong perekonomian nasional.
  5. Pengembangan kompetensi manusia, tidak hanya dari kompetensi teknis, namun juga harus dilengkapi dengan kompetensi non-teknis (komunikasi, pemahaman sosial budaya, dsb).
  6. Membangun budaya dan kemampuan  riset, yang berjangka panjang, melalui kolaborasi negara-universitas-industri.
  7. Internasionalisasi dan standarisasi kompetensi melalui sertifikasi dan akreditasi internasional, tidak hanya tenaga ahlinya, namun  juga universitasnya.
  8. Fokus pada area yang merupakan daya saing dan keunggulan khas Indonesia, serta membangun “center of excellence” di berbagai wilayah.
  9. Mentoring untuk generasi muda / young professional.