Sabtu, 01/08/09 | 14:57 WIB ![]()
Menyusul kunjungan kehormatan (courtesy call) dan perkenalan pengurus baru kepada Menteri ESDM, bulan Maret dan April lalu Pengurus Pusat IATMI melanjutkan rangkaian cortesy call itu kepada Kepala BPMIGAS dan Dirjen Migas.
Pada setiap kesempatan itu Ketua Umum Bagus Sudaryanto yang didampingi sekjen Eko Sisyanto Putro serta beberapa anggota-anggota pengurus, selain memperkenalkan rombongannya juga menjelaskan program kerja organisasi yang dipimpinnya.
Dalam pertemuan dengan Kepala BPMIGAS R. Prijono di kantornya 11 Maret 2009, Ka BPMIGAS memberikan gambaran singkat mengnenai bagaimana sebaiklnya menyikapi kondisi krisis ghlobal sekarang ini. Ia mengajak semua pihak mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang siap berkompetisi mempertahankan target produksi masing-masing. Ka BPMIGAS juga “Kita harus menghayati bahwa kebrhasilan KKKS adalah keberhasilan BPMIGAS dan bangsa Indonesia”, katanya. Ia juga mengemukakan harapannya menjadikan tempat pembinaan tenaga kerja Migas yang ditangani PPT MIGAS, sebagai sebagai pusat pengembangan industri migas nasional. Kepala BPMIGAS mengimbau semua kalangan dalam industri migas, termasuk organisasi profesi seperti IATMI untuk mendukung gagasan ini “Kita bisa membantu mensosialisasikannya”, kata Ketua Umum IATMI Bagus Sudaryanto menanggapinya.
Dalam pertemuan penuh keterbukaan itu Ka BPMIGAS didampingi oleh Deputy Pengendalian Keuangan Djoko Harsono dan Kepala Divisi Humas, Security dan Perwakilan Amir Hamzah. Di akhir pertem,uan IATMI menyampaikan permintaan kesediaan Ka BPMIGAS menjadi anggota Dewan Penasehat IATMI.
Ajak kalangan migas ASEAN
Pertemuan dengan Dirjen Migas tak kalah menariknya. “Apa yang bisa kami bantu?”, ucapan spontan itu dilontarkan Dirjen Migas Evita Herawati Legowo membuka dialog dengan rombongan Pengurus IATMI yang menghadap ke kantornya 14 April lalu. Diawali tawaran yang ramah itu, pertemuan segera menjadi cair dalam suasana santai penuh keakraban.
Dirjen mengakui bahwa ia sangat terbantu dengan kehadiran asosiasi profesi seperti IATMI. Ia menggaris-bawahi pentingnya kerjasama antara para ahli, asosiasi, akademisi, dunia bisnis dan pemerintah. “Tanpa mereka, pastilah kerja kami akan lebih berat”, katanya. Karena itu, ia menekankan, “Kami sangat terbuka, kami himbau silahkan kalau IATMI mau memberikan masukan”. Dirjen juga menyarankan agar IATMI aktif memprakarsai pembahasan berbagai topik yang terkait dengan industri migas saat ini dan dapat dikembangkan guna meningkatkan produksi migas seperti mengenai microbial, CBM, EOR atau biofuel. “Ajaklah para pakar, beri kami masukan. Nanti kami dari government yang menyiapkan policynya”, kata Dirjen pula yang bahkan menyarankan IATMI untuk melibatkan kalangan migas dalam rumpun ASEAN.
Dalam pertemuan tersebut, Dirjen Migas yang didampingi oleh dua orang stafnya, Nita Wartini dan Naryanto, menerima surat pengangkatan sebagai Penasehat Pengurus Pusat IATMI dari Ketua Umum.
|
Informasi Event Sponsor Pencarian Penyedia Barang & Jasa
Link Web
|