| Daftar | Jumat, 12 Maret 10
 
MENTERI UNGKAP HARAPAN PADA IATMI
Lokasi: Home / Berita / NASIONAL / [Sumber: iatmi.or.id]
Senin, 03/08/09 | 11:15 WIB
MENTERI UNGKAP HARAPAN PADA IATMI

 

Peran IATMI sangat diharapkan untuk ikut meningkatkan. Harapan itu  merupakan jawaban langsung Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dr. Purnomo Yusgiantoro terhadap isyu yang diangkat IATMI.

Untuk membantu, menurut Menteri, IATMI sebagai salah satu mitra Pemerintah dapat melakukan beberapa hal seperti: meningkatkan produksi melahirkan penerapan teknologi (EOR dll), meningkatkan partisipasi nasional dalam industri migas, meningkatkan kompetensi tenaga ahli Indonesia, meningkatkan kkk perusahaan nasional, meningkatkan pemakaian barang jasa dalam negeri, meningkatkan peran serta TKI.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Purnomo ketika secara panjang lebar menjelaskan  Kemandirian Energi Nasional dalam  inspiring talks bertajuk “Kemandirian Energi Nasional” yang diselenggarakan oleh IATMI Pusat di Ballroom Hotel Ritz Carlton, Jakarta, 23 April 2009.

Kemandirian Energi

Siang itu, ruang seminar yang sejuk itu dipenuhi oleh pengunjung yang sebagian besar adalah anggota IATMI dan praktisi lain dalam industri migas. Hadir pula beberapa  tokoh senior perminyakan, antara lain  Suyitno Padmosukismo, Bambang Malana, Baihaki Hakim, Priyambodo Mulyosudirjo,  Triyana dan Kardaya Warnika. Mereka tumpah ruah memadati ruangan sehingga sebagian  hadirin termasuk wartawan terpaksa duduk di lantai karpet.

Mengemukakan  paparannya dibantu tayangan slide,   Menteri Purnomo menjelaskan secara runtut kemandirian energi, rencana kebutuhan dan pasokan energi nasional, kondisi industri migas saat ini, kontribusi migas dalam pembangunan nasional dan kontribusi masukan yang diharapkan IATMI.

Ketika menjelaskan definisi kemandirian energi, Menteri merujuk pada beberapa faktor yaitu aksesibilitas (infrastructure’s availability), daya beli (willingness to pay), dan  ketersediaan (security of energy supply). Diungkapkannya betapa kompleksnya proses pengiriman BBM ke tempat-tempat yang jauh seperti Bitung, Wamena dan lain-lain.”Masalah utama di sektor migas memang kebanyakan  complication di daerah”, kata Menteri. Melalui gambar yang jelas, Menteri membandingkan kondisi Indonesia dengan dua negara, Arab yang kaya sumber daya migas dan Jepang yang kaya prasarana.

Selain mengungkapkan kendala, Menteri juga menjelaskan upaya yang telah dan tengah dilakukan dalam mengatasi kendala yang dihadapi. Misalnya  membangun terminal gas di Arun, Bontang, Donggi, Masela dan Tangguh. Selain itu upaya memperbaiki moda transportasi, upaya diversifikasi energi. “Jangan kita tergantung pada migas saja”, kata Menteri dalam acara Tanya jawab.

“Saya ingin teman-teman IATMI bisa ikut mensosialisasikan informasi ini kepada masyarakat”, kata Menteri.

 


Informasi Event
 
Sponsor
 
Idik
 
Aids
 
Pencarian Penyedia Barang & Jasa

Link Web